Senin, 26 April 2010

Kuliah I Manajemen Strategi

Concept of Strategy

Fondasi
Seperti pada asalnya, dalam strategic management ada pernyataan bahwa riset strategi adalah tentang membantu manajer puncak untuk membuat keputusan tentang bagaimana strategi yang tepat dan menerapkan mekanisme yang diperlukan untuk implementasinya (Bower, 1970). Namun kebanyakan publikasi riset pada bidang yang baru berkembang ini menfokuskan diri pada isi strategi dan masalah manajemen puncak (Dess, 2000).
Sebagai bidang aplikasi, manajemen strategik memiliki akar pada praktek bisnis (e.g. Ansoff, 1965; Sloan, 1972). Tidak seperti bidang studi yang memiliki tradisi panjang secara metodologi, strategi berkembang dari kebutuhan praktis untuk memahami mengapa suatu organisasi dapat berhasil atau gagal (Rumelt, Schendel, & Teece, 1994). Penelitian awal dalam strategi dilakukan oleh Chandler’s Strategy and Structure (1962), Ansoff: The Concept of Corporate Strategy (1971), dan Andrews’ The Concept of Corporate Strategy (1971). Ketiga riset tersebut merupakan ekstrapolasi dari praktek, refleksi dari penelitian ini adalah ekonomi dan aspek manajerial, termasuk didalamnya hirarki kekuasaan dan spesialisai fungsional. Oleh ketiganya strategi dikonsepsikan sebagao Top Management Perspective.




Definisi
Strategi didefinisikan sebagai teori perusahaan (firm’s theory) tentang bagaimana cara untuk berkompetisi dengan sukses (Barney, 2002). Dengan mendefinsikan strategi sebagai suatu teori perusahaan tentang bagaimana cara untuk berkompetisi dengan sukses, informasi tidak sempurna dan pengetahuan tidak lengkap yang selalu menyekitari pilihan dan implementasi teori perusahaan untuk berkompetisi dengan sukses ditekankan.
Definisi alternatif dari strategi sebagai berikut:
Strategi berkaitan dengan merancang rencana dari peperangan dan membentuk satuan kampanye dan didalamnya, memutuskan satuan penyerangan (Von Clausewitz, 1976)
Strategi adalah rencana lengkap yaitu rencana yang merinci pilihan mana yang pemain akan pilih dalam setiap kemungkinan situasi (Von Neumann and Morgenstern, 1944)
Strategi adalah penentuan tujuan dan sasaran jangka panjang suatu perusahaan, dan adopsi tindakan dan alokasi sumberdaya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut (Chandler, 1962)
Strategi adalah penentuan misi, tujuan dan sasaran organisasional; strategi kebijakan dan program untuk mencapainya, dan metode yang dibutuhkan untuk memastikan strategi dapat diimplementasi untuk mencapai tujuan organisasional (Steiner & Miner, 1977)
Strategi adalah rencana keseluruhan, komprehensif dan terpadu yang didisain untuk memastikan bahwa tujuan dasar perusahaan dapat dicapai (Glueck, 1980)
Strategi adalah pola dari suatu aliran tindakan dan keputusan (Mintzberg & McHugh, 1985)
Strategi adalah cara untuk mencapai tujuan organisasional (Hatten & Hatten, 1988)
Strategi adalah rencana yang dibuat dan tindakan yang diambil, dalam upaya membantu organisasi untuk memenuhi tujuan yang ditetapkan (Miller & Dess, 1993)
Strategi adalah satuan komitmen dan aksi yang terpadu dan terkoordinasi yang didesain untuk mengeksploitasi kompetensi inti dan mendapatkan keunggulan kompetitif (Hitt, Ireland, & Hoskisson, 1997).

Honda effect (honda original theory) yang pada awalnya (1960-an) salah memahami proses ekonomi secara kritis dalam suatu industri dan pasar serta bagaimana cara mengeksploitasi untuk memperoleh keuntungan. Namun dengan cepat Honda merubah strateginya dan sukses dipasar Amerika dengan mengalahkan kinerja Harley Davidson. Kemudian mobil sedan Yugo yang menggunakan strategi harga murah, tanpa memperhatikan kualitas & kinerja dan keselamatan, tidak melakukan perubahan strategis terus mengalami kekalahan terhadap kendaraan buatan Amerika.
Barney (2002) memberikan makna berkompetisi secara sukses mempunyai tiga implikasi posisi:
1.Perusahaan dikatakan sangat sukses berkompetisi, jika mendapatkan keunggulan kompetitif atau competitive advantage, dimana tindakan perusahaan dalam industri atau pasar memberikan nilai tambah ketika hanya beberapa perusahaan melakukan tindakan serupa
2.Perusahaan dikatakan sukses berkompetisi, jika mendapatkan competitive parity atau kesamaan dalam kompetisi, yakni ketika perusahaan dalam industri atau pasar memberikan nilai tambah dimana banyak perusahaan melakukan tindakan serupa.
3.Perusahaan dikatakan gagal berkompetisi, jika memperoleh competitive disadvantage atau ketidakunggulan kompetitif, yakni ketika tindakan perusahaan dalam industri atau pasar gagal menciptakan nilai ekonomis.

Strategi perusahaan dapat dirumuskan berdasar pada misi, visi, dan sasaran, kemudian dilaksanakan melalui taktik (tactics) atau kebijakan (policy). Misi adalah sasaran (objective) fundamental jangka panjang dari perusahaan. Sedangkan sasaran merupakan target kinerja yang spesifik dan terukur. Taktik atau kebijakan adalah tindakan yang dilakukan oleh perusahaan untuk melaksanakan strategi.
Perusahaan yang baik biasanya memulai usaha dengan menformulasikan strategi dengan matang dan secara logis lengkap (well developed and logically complete) dioperasionalisasikan dipasar dan disesuaikan seperlunya untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Strategi yang terealisasi (realized) tidak sepenuhnya dijalankan (deliberated) dari apa yang direncanakan diawal (intended), tapi ada strategi yang perlu dikembangkan pada saat operasionalisasi usaha disebut dengan emergent strategy. Sebagai gambaran rencana strategi dan pelaksanaannya dapat dilihat pada gambar berikut:




Strategy Concept by Grant (2002)
Peran strategi untuk keberhasilan mempunyai elemen sebagai berikut:



Faktor penentu keberhasilan strategi ada empat:
Tujuan yang sederhana, konsisten dan jangka panjang
Pemahaman yang memadai tentang lingkungan kompetitif
Penilaian sumberdaya yang objektif
Implementasi efektif

Rerangka dasar: strategi sebagai link antara perusahaan dengan lingkungannya:


Strategic fit: pembuatan keterhubungan antara perusahaan dengan lingkungannnya adalah konsep dari strategic fit. Menurut Selznick: alignment antara organisasi dengan lingkungannya.
Strategi akan berhasil harus konsisten dengan tujuan, nilai-nilai, sumberdaya, kemampuan, struktur dan sistem, dan dengan lingkungan eksternalnya (kompetitor, konsumen dan pemasok).


Sejarah strategi
Konsep dan teori strategi memiliki latar belakang dalam strategi militer. Strategy berasal dari kata yunani strategia,yang berarti kejendralan (generalship), yang dibentuk dari kata stratos, berarti tentara, dan –ag berarti memimpin. Konsep strategi tidak dikeluarkan oleh bangsa Yunani, tapi Sun Tzu lah yang menulis buku klasik (500 SM): the art of war, yang diakui sebagai treatise on strategy (literatur strategi).
Strategi militer dan strategi bisnis memiliki beberapa kesemaan konsep, yang paling mendasar adalah memberikan pembedaan antara strategi dan taktik. Strategi adalah rencana menyeluruh untuk instalasi atau deployment dari sumber daya dalam rangka menciptakan posis yang menguntungkan. Sedangkan taktik adalah skema (desain) dari tindakan spesifik. Taktik berkaitan dengan manuver untuk memenangkan pertempuran, sedangkan strategi berkenaan dengan pemenangan peperangan (Grant, 2002). Keputusan strategis (strategic decision) baik dalam militer maupun bisnis memiliki tiga karakteristik.
Keputusan yang diambil mempunyai nilai penting
Melibatkan komitmen sumberdaya yang signifikan
Tidak mudah dirubah-rubah atau dibolak-balik

Perkembangan dari Corporat Planning ke Strategic Management
Muncul dan berkembangnya corporate planning diasosiasikan dengan masalah yang dihadapi oleh manajer pada tahun 1950-an sampai dengan 1960-an dalam kaitan pengkoordinasian keputusan dan pemeliharaan pengawasan dalam perusahaan yang semakin besar dan kompleks. Format typicalnya corporate planning disusun untuk lima tahun.
Pada periode 1960-an dan 1970-an corporate planning menekankan aspek strategi diversifikasi sebagai cara untuk mecapai pertumbuhan dan pengamanan. Igor Ansoff merupakan tokoh untuk corporate planning. Pada proses pembuatannya corporate planning menggunakan metode “scientific” seperti perhitungan cost-benefit analysis, discounted cashflow, linear programming, dan economic forecasting.
Kondisi berubah di tahun 1970an dengan ditandai dengan gagalnya diversifikasi yang tidak terbukti membentuk sinergi, krisis minyak bumi tahun 1974 & 1979, kemudian dibaengi meningkatnya persaingan dari produk jepang, eropa dan asia tenggara, menjadikan ramalan yang ada didalam corporate planning gagal menjawab tantangan dari perubahan lingkungan.
Perubahan ini menggeser orientasi perencanaan (planning) menjadi pembentukan strategi (strategy making). Transisi ini ditandai dengan bergesernya ke fokus pada persaingan sebagai karakteristik sentral dari lingkungan bisnis dan keunggulan kompetitif sebagai tujuan utama dari strategi. Perubahan ini dipelopori oleh Michael Porter (1980) dengan diluncurkannya buku competitive strategy. Sementara Boston Consulting Group mengembangkan dan memperbaiki secara empiris – efek industri terhadap keunggulan biaya – melalui strategic planning institute dengan proyek PIMS (Profit Impact on Market Strategy).
Perspektif Resource-Based dari kompetensi dan kemampuan organisasi yang ditujukan pada sumber daya dan kemampuan sebagai sumber utama dari profitabilitas dan berdasar pada strategi jangka panjang. Porter: Keunggulan kompetitif adalah bagaimana cara untuk menjadi berbeda. Evolusi cepat lingkungan terus berlangsung, bersamaan dengan itu strategic management menerapkan teori seperti game theory, terori complexity, real option untuk pilihan strategis.
Dan Schendel dari Purdue University dan Charles Hofer dari Columbia University, yang merupakan termasuk dalam jajaran perubahan era rencana strategik menjadi manajemen strategik, sebagai paradigma baru dari business policy.
Elemen Sentral dari Paradigma Schendel & Hofer (1979)
Strategic management adalah proses yang berkaitan dengan pekerjaan entrepreneurial organisasi, pembaharuan organisasi dan pertumbuhan, serta lebih khusus lagu, berkaitan dengan perkembangan dan pemanfaatan strategy yang merupakan panduan untuk operasionalisasi organisasi
Konsep strategi dibentuk oleh empat komponen:
1.Scope
2.resources deployment/distinctive competencies
3.competitive advatage
4.synergy
Strategi muncul pada tiga tingkatan organisasi
1.Corporate – what business should be in?
2.Business – how should the firm compete in a given business?
3.Functional – the integration of subfunctional activities and the integration of functional areas with the environment
Organizational Goal Formulation
Environmental Analysis
Strategy Formulation
Strategy Evaluation
Strategy Implementation
Strategic Control

Hofer & Schendel (1979), elaborasi konseptual diatas diarahkan kepada semua level manajemen untuk terlibat dalam proses manajemen strategik. Hofer & Schendel (1979) juga memisahkan tahap formulasi strategi dengan implementasi, ini sama dengan memisahkan elemen berfikir dari strategi (thinking element of strategy) yang merupakan tanggung jawab top manajemen dengan elemen bekerja dari strategi (doing element of strategy) yang merupakab kewajiban untuk dieksekusi oleh anggota organisasi.
Pada tahap implementasi melibatkan desain dari enam elemen yang berdampak prilaku dalam organisasi: (1) standar, (2) ukuran, (3) insentif, (4) penghargaan atau reward, (5) hukuman atau penalty, dan (6) pengendalian atau control (Christensen, et al., 1982).

Level of Strategy dan struktur organisasi


EVOLUSI MANAJEMEN STRATEGIS

Period
1950 an
1960 an
Awal 1970
Akhir 1970an & awal 1980 an
Akhir 1980an & awal 1990an
Akhir 1990an & awal 2000an
Dominant theme
Budgetary planning and control
Corporate planning
Corporate strategy
Analysis of industry and competition
The quest for comptitive advantage
Strategic innovation and the new economy
Main issues
Finance control through opeartional and capital budgeting
Planning growth
Diversification and protfolio planning
Choice of industries, markets, and segments, and positioning within them
Source of competitive advantage within the firm
Corporate advantage through strategic innovation
Competing on knowledge
Adapting the new digital, networked economy
Principal Concepts and Techniques
Financial budgeting
Investment planning project appraisal
Business forecasting
Investment planning model
Synergy
Strategic business units
Portfolio planning matrices
Experience curve and returns to market share
Analysis of industry structure
Competitor analysis PIMS analysis
Resource analyis
Analysis of core competencies
Organizational flexibility and speed of response
Knowledge management and organizational learning
Competing for standars
Early-mover advanage
Organizational Implications
Financial management the key
Rise of corporate planning departments and medium-term formal planning
Diversification
Multidivisional structures
Quest for global market
Greater industry and market selectivity
Indutsry restructuring
Active asset management
Corporate restructuring and business process reengineering
Refocusing and outsourcing
The virtual organization
The knowledge-based firm
Alliances and networks
The quest for critical mass
Corporate strategy: medefinisikan lingkup perushaan dari segi industri dan pasar dimana dia berkompetisi. Termasuk didalamnya keputusan investasi secara diversifikasi, integrasi vertikal, akuisisi, dan ventura baru, alokasi sumberdaya antara devisi bisnis yang berbeda dalam perusahaan, dan divestasi (Grant 2002). Bourgeois (1980) menyebutnya dengan task of domain selection. Jika pertanyaan strategi umum perusahaan adalah bagaimana cara membuat uang? Maka strategi korporat menjawabnya dengan pertanyaan “bisnis apa yang harus dimasuki?”

Business strategy: berkaitan dengan bagaimana perusahaan berkompetisi dalam industri atau pasar tertentu. Suatu bisnis dapat unggul dibanding dengan kompetitornya dikarenakan memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage). Bourgeois (1980) menyebutnya dengan task of domain navigation. Jika pertanyaan strategi umum perusahaan adalah bagaimana cara membuat uang? Maka strategi bisnis menjawabnya dengan pertanyaan “bagaimana cara berkompetisi?”

Peranan strategi dalam perusahaan
Strategi sebagai pendukung keputusan (decision support): strategi sebagai kunci elemen keberhasilan dari perusahaan, karena strategi sebagai pola membentuk koherensi terhadap keputusan individu dan organisasi.

Strategi sebagai proses untuk pengkoordinasian dan komunikasi: dengan strategi konsistensi dalam keputusan dapat dicapai. Dengan konsistensi dapat mendukung arah jangka panjang, Koordinasi & komunikasi penting karena peranan perencanaan bergeser tanggungjawabnya dari korporat ke tingkat bisnis, kemudian proses perencanaan strategis merupakan bagian dari sistem manajemen pengerahuan.

Strategi sebagai target: strategi adalah pandangan kedepan, yang secara mendasar menjadi perhatian akan menjadi seperti apa perusahaan dimasa yang akan datang. Untuk keperluan ini perusahaan membuat pernyataan visi, sebagai kompas yang mengarahkan bagaimana strategi difomulasikan, juga merupakan inspirasikan dan motivasi perusahaan untuk mencapai kinerja tinggi. Hamel & Prahalad, menyatakan bahwa resep dari keberhasilan perusahaan adalah “strategic intent” – atau sebagai obsesi untuk mencapai kepemimpinan dalam bidang yang digeluti.

Manajemen Strategik (Dess & Lumpkin, 2003)
Manajemen strategik didefinisikan terdiri atas analisis, keputusan dan tindakan yang diambil organisasi dalam rangka untuk menciptakan dan memberlangsungkan (sustain) keunggulan kompetitif. Ada dua elemen dalam definisi ini: pertama, manajemen strategik organisasi mengandung tiga proses yang berjalan: analysis, decision dan action. Analisis pada manajemen strategik mencakup hierarki tujuan strategis (visi, misi, dan tujuan strategik) bersamaan dengan analisis lingkungan internal dan eksternal dari organisasi. Keputusan, mencakup dua pertanyaan: Industri apa perusahaan harus berkompetisi? Bagaimana cara berkompetisi dalam industri tersebut? Tindakan harus diambil setelah keputusan diambil, tindakan diambil untuk implementasi strategi.
Kedua, esensi dari manajemen strategik adalah menstudi satu perusahaan dapat mengalahkan (outperform) perusahaan lainnya. Manajer perlu menentukan bagaimana perusahaan berkompetisi sehingga mencapai keunggulan kompetitif. Dua pertanyaan untuk ini: Bagaimana perusahaan harus berkompetisi untuk menciptakan keunggulan kompetitif dalam pasar? Bagaimana perusahaan dapat menciptakan keunggulan dalam pasar yang tidak hanya unik dan berharga tapi juga sulit bagi kompetitor untuk meniru dan mensubtitusi?
Empat atribut kunci manajemen strategik:
1.mengarahkan organisasi menuju tujuan dan sasaran menyeluruh
2.melibatkan berbagai pihak dalam pengambilan keputusan
3.adanya kebutuhan untuk menggabungkan perspektif jangka pendek dan jangka panjang
4.mengenali “trade-off” antara efesiensi dan efektifitas

Proses manajemen strategik meliputi: Analisis strategi, formulasi strategi, dan implementasi strategi.

Analisis strategi: adalah kegiatan yang harus dilakukan ditahap awal agar dapat menformulasikan dan mengimplementasikan secara efektif. Banyak strategi gagal karena analisis tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh, yang mencakup analisis tujuan organisasi dan analisis menyeluruh lingkungan internal dan eksternal.

1 komentar:

  1. Terima kasih kul Manajemen strategiknya pak Dadang

    BalasHapus